Bagi kawan-kawan yang mau me-mutasi kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 ke wilayah jawa timur jangan berpikiran ribet. Ternyata dapat dengan mudah dijalani sendiri tanpa biro jasa dan tanpa prosedur yang berbelit-belit . Berikut pengalaman saya memutasi dari Magelang (Jawa Tengah) ke Sidoarjo (Jawa Timur).
Langkah-langkahnya :
I. Cabut berkas di daerah kendaraan anda terdaftar
- Dokumen yang diperlukan :
- BPKP
- STNK yang masih berlaku
- Bukti pajak terakhir
- kuitansi pembelian kendaraan lengkap dengan meterei
- KTP pemilik baru (daerah tujuan)
Catatan : Sangat dianjurkan untuk membawa juga kendaraan yang akan dimutasi saat itu juga ke kantor samsat asal.
- Copy semua dokumen yang diperlukan 3x. untuk lebih simpelnya copy saja di lingkungan samsat tersebut, bilang saja untuk keperluan mutasi keluar, petugas sudah hafal & kebiasaan-kebiasaaan yang berlaku di samsat tersebut
- Masukkan semua dokumen (asli + fotocopy) ke bagian Cek fisik, anda akan menerima berkas cek fisik, bawa berkas tersebut ke tempat anda parkir kendaraan anda, biasanya sudah ada petugas yang siap untuk membantu. Jasa untuk petugas ini kisaran 5rb-10rb
- Masukkan kembali berkas yang sudah ada gesekan nomor rangka dan nomor mesin ini ke bagian cek fisik. Tunggu panggilan biasanya ada biayanya walaupun tanpa kuitansi
. Saya bayar 30rb
- Bawa berkas ke bagian arsip. Di bagian ini akan dihitung biaya mutasi (fiskal dll). kisaran biaya 600 rb – 1 jt untuk R4
Lama cabut berkas ini kisaran 2-3 minggu tergantung dari kecepatan samsat yang mengesahkan.
II. Masukkan berkas di wilayah baru
- Dokumen yang diperlukan
- Semua dokumen yang diberikan saat mutasi keluar (termasuk BPKB, STNK, KTP pemilik baru dll)
- Jangan lupa bawa alat tulis
- Bawa Kendaraan yang akan di daftarkan untuk memudahkan cek Fisik
- Copy semua dokumen yang diperlukan 3x. untuk lebih simpelnya copy saja di lingkungan samsat Sidoarjo sekalian dengan beli Map (warna merah untuk R2 atau warna biru untuk R4). Berdasarkan pengalaman map ini wajib dibeli, kalau tanpa map biasanya di loket selanjutnya anda ditolak. Akan dilayani kalau sudah ada mapnya
. Untuk copy dokumen ini, bilang saja untuk keperluan mutasi masuk
- Masukkan berkas ke bagian cek fisik , anda akan menerima formulir untuk cek fisik. Dengan dibantu petugas untuk menggesek nomor rangka dan nomor mesin. Setelah mendapatkan gesekan nomor rangka dan nomor mesin, masukkan kembali berkas di bagian cek fisik. Di bagian cek fisik ini anda hanya perlu membayar jasa petugas yang membantu. Tarif sukarela kisaran 5rb-10rb
- Bawa semua dokumen ke POLDA JAWA TIMUR di bagian DIRLANTAS untuk cross cek , untuk letak dirlantas tanya saja petugas di gerbang masuk POLDA. Proses disini membutuhkan waktu + 1 jam. Jangan sungkan untuk bertanya ke petugas, dibagian mana untuk menyerahkan berkas, dikarenakan petunjuk sangat minim untuk yang belum biasa berkunjung di kantor ini. Sebetulnya prosesnya cukup mudah, saat masukkan berkas akan diberitahu jam untuk pengambilan kembali. Tunggu beberapa saat + 1 jam kemudian akan dipanggil untuk menerima berkas. Biaya 50rb (tanpa kuitansi). Saya belum tahu biaya ini resmi atau bukan karena pembayaran tanpa diberikan tanda terima/kuitansi.
- Kembali ke SAMSAT Sidoarjo, Masukkan berkas ke pengambilan formulir, Isi Formulir . Contoh pengisian formulir ada di meja-meja di depan loket. Kalau anda bingung mengisi ada beberapa orang yang menawarkan jasa membantu pengisian, tarip sukarela
- Masukkan berkas ke loket Mutasi Terpadu(loket di bagian utara). Mulai di bagian ini pembayaran sudah dilampiri kuitansi
- Membayar biaya pembuatan BPKB baru di loket BRI (di lingkungan samsat juga) 100rb
- Memasukkan berkas di Loket 1 (seperti proses ganti STNK tiap 5 tahun)
- Tunggu panggilan untuk membayar di loket 2. Bukti pajak langsung diberikan setelah pembayaran di loket 2 ini.
- Copy bukti pajak 2x & KTP 1x
- Masukkan copy pajak 2x & KTP 1x di loket BPKB. Tunggu panggilan dan terima STNK di loket BPKB, dan akan diberitahu kapan saat pengambilan BPKB (lumayan lama, punya saya 1 bulan kemudian harus mbalik lagi ke loket ini ambil BPKB)
- Ambil Plat Nomor di bagian pengambilan nomor
Estimasi waktu yang dibutuhkan dari langkah nomor 5 s/d 12 + 3 jam.
Proses tersebut semuanya cukup diselesaikan dari jam 8.00 s/d jam 13.00 sudah mendapatkan plat nomor baru, menurut saya cukup cepat. Lama waktu yang tidak dapat diprediksi adalah perjalanan dari Samsat-Polda-Samsat.
Saya cukup beruntung karena jarak antara samsat Sidoarjo-Polda Jatim relatif dekat jadi semua proses tersebut cukup 1 hari. Kalau untuk kota yang cukup jauh mungkin harus 2 hari. 1 hari di samsat 1 hari di Polda.
Selamat mengurus surat sendiri …………………
13 Februari 2012 at 8:26 am
Untuk meningkatkan ketelitian posisi gps navigasi, salah satu metode yang digunakan adalah penentuan posisi yang disebut DGPS (Differensial GPS). DGPS adalah metode untuk meningkatkan akurasi dari receiver GPS dengan menambahkan referensi stasiun lokal untuk menambah informasi yang diterima dari satelit.
NTRIP (Networked Transport of RTCM via Internet Protocol) adalah sebuah metode untuk mengirimkan koreksi data GPS (dalam format RTCM) melalui internet.
Koreksi data GPS dalam format RTCM ini dapat digunakan untuk penentuan posisi
secara real-time (RTK atau DGPS).
RTCM ( Radio Technical Commission for Maritime Services) merupakan komite khusus yang menentukan standard radio navigasi dan radio komunikasi
maritim internasional. Format khusus untuk GPS adalah RTCM-104, yg berupa data biner terdiri atas beberapa versi yaitu:
- RTCM-2.0 (Code correction ->DGPS)
- RTCM-2.1 (Code + Phase correction -> RTK)
- RTCM 2.2 ( …+ GLONASS )
- RTCM 2.3 ( ….+ GPS Antenna Definition)
- RTCM 3.0 (….+ Network RTK & GNSS)
Bahan dan alat :
- GPS Navigasi yang ada port serialnya (misal : GPS60, GPS76 dll), kalau hanya punya port USB gak bisa dipakai
- Pastikan ada menu “RTCM in” di gps tersebut, Kalau GPS garmin ada di menu setup – interface– pilih “RTCM in”
- Kabel data serial
- Komputer/Laptop yang terhubung ke internet. Lebih bagus kalau punya sambungan internet via mobilephone / Wifi krn posisi kita bisa flexible dimanapun.
Langkah-langkahnya :

- Klik tombol Broadcaster akan tampil form sebagai berikut

isikan alamat address dari almega yaitu 61.8.79.155 port 2001 dengan username:leica4me passwordnya: **** ( jika anda menginginkan password silahkan hubungi adhityo.susilo at gmail.com atau adhityo at almega.co.id , beliau ini yang bertanggungjawab terhadap server almega). Mohon maaf gak bisa share password krn saya bukan yang berwenang

Set data out putnya menggunakan COM-Port yang tersedia di komputer anda. Misalnya com-1 , com-2 dst.
- Masukkan kabel data ke port serial GPS anda
- Data yang dipakai pilih format RTCM versi 2.1
- Klik Start untuk memulainya, dan nikmati koreksi NTRIP di GPS Navigasi anda.
Ada semacam “message” bahwa GPS terkoreksi data RTCM. Di layar garminGPS60 gak ada tanda kusus, cuma ada tanda “D” pada sinyal bar satelit, yang menandakan Differensial Position

Dengan koreksi NTRIP ini, ketelitian posisi dapat ditingkatkan. Sebagai contoh pada foto diatas, GPS60 tingkat accuracy-nya dapat ditingkatkan menjadi + 2m s/d +1m. Padahal biasanya tanpa koreksi GPS jenis ini hanya mampu optimum di rata-rata +6m.
Slamat mencoba …. Mumpung masih free
22 Januari 2009 at 6:48 am
Berawal dari ketemu bpk. dosen Yanto di kampus geomatika, arek iki ngeyel ae minta segera hari itu (selasa 23/12) untuk segera ketemu dengan sang ketua suku dari papua yang teryata kebetulan berada di rumah kakaknya di pasuruan. Alasane eko besok udah ke jogja, tapi sakjane alasan yang paling besar aku diajak mbarengi dia perjalanan pulang ke malang …he.he.he
Segera kontak aji’ dan mas nur (nurrochman) ternyata ajik’ saja yang bisa. Masnur karena aturan kompeni-nya gak bisa ikut brangkat.
minta alamat ke eko jawabane tambah mbulet … maklum kelamaan di jayapura…., biasa ngasih petunjuk jalan disana kali. coba bayangkan sms dari eko :
“dari alun2 pasuruan 350m ambil kiri 250m ada pertigaan ambil kanan , ada patung macan belok kiri terus sampai ada pertigaan belok kanan, terus jalan ada perempatan belok kanan, ketemu pertigaan ambil yang kiri, terus sedikit ada pertigaan kecil, pilih masuk jalan yang kecil.“
walah tambah #:-S pusing aku, mending aku dikasih koordinat bisa langsung di track pake gps … he.he.he
Perjalanan ke pasuruan pas lewat “kualalumpur” macet luarbiasa… untuk melintas sepanjang jalan 4 km diperlukan waktu 2 jam…., alhasil nyampe pasuruan sudah malam. Padahal biasanya sebelum ada lumpur lapindo, surabaya-pasuruan cuma 1 jam saja. Alhasil nyampe kota pasuruan udah magrib. Sholat magrib dulu di masjid agung, dgn pertimbangan dekat alun2 yang dijadikan pointing di sms eko tadi.
tanya-tanya orang di masjid sampe tukang parkir alamat yang diberikan gak ada yang tahu.. kayaknya alamat ini adalah perumahan baru yang belum dikenal banyak orang.
akhirnya baru teringat kalau eko ngasih ancar-ancar polsek purworejo, baru tukang parkir yang ditanya ngasih arahan arah yang diambil, yang ternyata cukup dekat dengan masjid agung pasuruan. Nyampe polsek purworejo, rencanya nanya aja alamat ke polisi yang di polsek. Selama nunggu yanto masuk polsek, ternyata eko udah nyamperin kita disitu. Yang ternyata juga Kapolsek purworejo itu masih kakak ipar eko. Kalau tahu sejak awal kan malah mudah …, masuk polsek tinggal tanya alamat komandannya
Eko datang ke jawa dgn keluarga lengkap, maksute dgn 2 anaknya + istrinya.
dia cuti 3 bulan…. enake rek… (suatu yang tidak mungkin dialami geodesi kaki lima bisa cuti 3 bulan dan masih nerima gaji)
ngobrol sana-sini mulai di rumah kakaknya, warung lesehan, dilanjutin di rumah kakaknya (lagi).
gak terasa udah jam 11 malem. Pak dosen keliatannya juga udah capek & kayaknya segera pengin ketemu his wife. Segera kita pamitan. Karena udah malam pikiranku jalur “kualalumpur ” sudah gak macet, tapi ternyata masih macet juga, padahal sudah hampir jam 12 malam. Mungkin orang-orang pada mau liburan & berpikiran sama kalau brangkat malam jalur porong gak macet …… Yanto turun di pertigaan gempol, untuk melanjutkan ke Malang.
Yang gak diduga, sistem transmisi mobil mulai rewel sejak meninggalkan pasuruan, pindah ke gigi 2 atau 4 mulai susah. sehingga sering dari gigi 1, langsung 3. Atau pas pengin nyalip dari 3 langsung ke 5.
Pas masuk rumah malah parah… gigi perseneling malah gak bisa dipindah-pindah lagi .. alias rusak total …:). Tapi untung (jare wong jowo) udah di rumah. Gak bisa mbayangin kalau mogok di jalan.., malam lagi.
Foto-foto gak bisa ambil banyak…lha wong semua pengin ada di foto… aku lupa gak bawa tripot lagi…
25 Desember 2008 at 3:03 am
Tanggapan